Pengertian mengenai Pajak dan Arti Hukum Pajak

Pengertian mengenai Pajak dan Arti Hukum Pajak

Pengertian Pajak

Pajak adalah pungutan lainnya yang diatur dengan undang-undang. Secara lengkap dalam kata pajak dalam Kamus Hukum Edisi Lengkap Bahasa Belanda-Indonesia adalah berasal dari kata belasting (Belanda), burdening/taxation/rating (Inggris). Arti dari belasting (Belanda) sendiri adalah pajak atau fiskal, sedangkan dalam bahasa inggris biasa disebut tax/taxation dan dharibah (Arab). Berdasarkan Kamus Hukum Edisi Lengkap Bahasa Belanda-Indonesia arti dari belasting sendiri yaitu suatu pungutan oleh pemerintah dari rakyatnya untuk membiayai pengeluaran pemerintah. Pengeluaran-pengeluaran ini biasanya berbentuk yang mengarah kepada masyarakat seperti pembangunan dan sebagainya. 
Menurut Black’ law Dictionary sendiri pengetian pajak adalah sebuah biaya moneter yang dikenakan oleh pemerintah pada orang, badan, transaksi, atau properti untuk menghasilkan pendapatan publik. Dalam arti luas mencakup semua istilah pemaksaan pemerintah pada orang, properti, hak istimewa, pekerjaan dan kesenangan orang, dan termasuk bea, pungutan dan cukai. Meskipun pajak sering dianggap sebagai secara alami, tidak selalu di bayarkan dengan uang.
Santoso seorang pakar membuat kesimpulan yang menunjukkan ciri dalam definisi pajak adalah :
  1. Pajak dipungut berdasarkan/dengan kekuatan undang-undang serta aturan pelaksanaannya 
  2. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontraprestasi individuil oleh pemerintah 
  3. Pajak dipungut oleh negara (baik pusat maupun daerah) 
  4. Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran pembayaran pemerintah, yang bila dari pemasukannya masih terdapat ‘surplus’ dipergunakan untuk membiayai ‘public invesment’
Sedangkan pengertian pajak berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan (KUP) adalah Pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jika menilik pada pengertian-pengertian diatas pajak mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi anngaran dan fungsi mengatur. Pajak memang merupakan sumber penerimaan negara, namun sumber penerimaan negara tidak hanya sekedar pajak namun juga meliputi kekayaan alam, bea cukai, retribusi, iuran, sumbangan, laba dari perusahaan milik negara, dan sumber-sumber lain.

Pengertian Hukum Pajak

Hukum sendiri dalam artian luas adalah seperangkat aturan bersifat mengikat dan memaksa yang bertujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat. Jika dikaitkan dengan hukum pajak sendiri berarti seperangkat aturan terkait pajak yang bertujuan untuk menciptakan aturan terhadap subjek dan objek pajak guna ketertiban dalam penegakan pajak itu sendiri. Penjelasan lain hukum pajak adalah hubungan timbal balik antara pemerintah sebagai pemungut pajak dan rakyat sbagai pembayar pajak. Berdasarkan materinya, hukum pajak dibedakan menjadi Hukum Pajak Materiil dan Hukum Pajak Formil. Berdasarkan golongannya dibagi menjadi Pajak langsung dan tidak langsung, berdasarkan sifatnya yaitu pajak subjektif dan pajak objektif. Terakhir berdasarkan pemungut dan pengelolanya yakni pajak pusat dan pajak daerah.

Referensi:  
M. Farouq.2017.Hukum Pajak di Indonesia.Kencana
Angger Sigit Pramukti, S.H. & Fuady Primaharsya, S.H..Pokok-Pokok Hukum Perpajakan

Demikian Pengertian Hukum Pajak , semoga dapat membantu dan menambah pemahaman dari sobat semua. Jika ada permasalahan atau pertanyaan dan diskusi lain, silakan tinggalkan komentar.



See yaa...   👌👌

0 Response to "Pengertian mengenai Pajak dan Arti Hukum Pajak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel