Sejarah Pemilihan Umum di Indonesia

Pemilihan Umum

Pemilu atau juga bisa disebut juga Pemilihan Umum, yaitu suatu sistem untuk menentukan seorang pemimpin (atau katakanlah seorang yang terpilih ) yang mengisi jabatan jabatan strategis di suatu negara. Negara Indonesia sebagai negara Demokrasi tentu sebuah hal yang wajib untuk melakukan pemilu ini, ya karena tidak mungkin dong anggota DPR itu ditunjuk begitu saja, atau Presiden ditunjuk begitu saja gitu. Di Indonesia sendiri Pemilu sudah dilakukan beberapa kali dan sudah banyak juga yang terpilih dan menghiasi dinamika pemerintahan sejak merdeka 1945 silam. Sejarah pemilu sendiri cukup panjang di Indonesia, mengingat pemilu pertama kali tidaklah dilakukan pada saat Indonesia Merdeka. Presiden dan Wakil Presiden pertama kita yakni bung Karno dan bung Hatta (biar keren pake bung) dipilih secara aklamasi atau dibaiat oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 tanpa adanya pemilu ataupun voting. Yah hal ini dikarenakan sosok mereka berdualah yang lebih menonjol dalam perjuangan kemerdekaan dari pada yang lainnya, dan bukan berarti yang lain tidak menonjo, hanya kurang, bahkan kita tau yang diculik ke rengasdengklok pun bung karno dan bung hatta. Jadi tidak perlu diragukan lagi untuk mereka berdua terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. 
Baru setelah pengukuhan Presiden dan Wakil Presiden tersebut ada rencana untuk mengadakan pemilu untuk pemilihan legislatif januari 1946. Namun melihat stabilitas negara yang masih belum tenang dikarenakan Belanda yang masih belum terima kalau Indonesia Merdeka mulai melakukan terror. Yah, mulai dari masuknya NICA, Agresi Militer dan berbagai pergejolakan terjadi di berbagai belahan bumi Indonesia. Selain itu Undang-undang terkait pemilu juga belum ada sehingga rencana pemlihan anggota legislatif tersebut harus tidak terlaksana. Setelah itu baru berlanjut ke pemilu yang pertama dilaksanakan,

Pemilu 1955

Pemilu pada tahun ini akhirnya dapat terlaksanakan, merupakan pemilu pertama kali semenjak merdeka 10 tahun lamanya. Pada pemilu kali ini digunakan untuk memilih anggota DPR (29 September 1955) dan Dewan Konstituante (15 Desember 1955). Disini tidak ada pemilu untuk Presiden dan Wapres, karena perlu diketahui juga pada tahun ini sistem pemerintahan Indonesia masihlah menggunakan UUDS 1950 yang bersifat Parlementer. Baru setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 UUD 1945 kembali berlaku dan kembali Indonesia menerapkan sistem Presidensial. Pada masa ini Presiden Soekarno masihlah menjadi orang nomor satu di negara ini, hingga sampai tahun 1966 terjadi gejolak di bangsa ini, sampai pada titik dimana presiden soekarno lengser dari tahta Presiden. Baru pada 27 Maret 1968 melalui Sidang Umum MPRS (TAP MPRS No. XLIV/MPRS/1968) Presiden Soeharto dilantik menjadi Presiden untuk pertama kalinya.

Pemilu 1971

Pada Pemilu ini tepatnya 5 Juli 1971 diikuti oleh 10 partai politik untuk memperebutkan posisi jabatan yang ada di Pemerintahan Indonesia. Pemilu ini dilaksanakan selang 5 tahun semenjak Presiden Soeharto menjadi Presiden dan memulai masa/orde yang namanya Orde Baru.

Pemilu 1977,1982,1987,1992,1997

Pada masa orde baru pemilu masih terjadi lagi sampai tahun 1997. Dan yah bisa dilihat dari semenjak pemilu 1977 ini tidak banyak yang berubah, karena dari Presiden Soeharto dilantik menjadi presiden sampai tahun 1997 masih tetap berada di tahta tertinggi negara ini. Bahkan Pemilu pada 5 periode dari tahun 1977 sampai 1997 tidak begitu berwarna, karena hanya diikuti oleh 3 partai politik saja. Dari 10 partai politik pada pemilu tahun 1971 menjadi 3 partai politik tahun 1977 yaitu GOLKAR,PDI, dan PPP. Dan sudah bisa ditebak kan pemenang dari pemilu-pemilut tersebut.

Pemilu 1999

Tahun 1998 adalah tahun bersejarah dimana kekuasaan rezim orde baru akhirnya tumbang, presiden Soeharto yang kala itu menjadi Presiden akhirnya turun tahta dan digantikan wakilnya B.J Habibie. Presiden Habibie yang memerintah pasca reformasi langsung memajukan pemilu yang sekiranya dilaksanakan tahun 2002 menjadi tahun di 1999. Tepatnya 7 Juni 1999 Pemilu dilaksanakan pasca reformasi, yang diikuti oleh 48 peserta partai politik. Dan pada tahun ini yang ditetapkan untuk menjadi presiden dan wakil presiden adalah Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Mereka terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 1999-2004.

Pemilu 2004

Pemilu pada tahun 2004 adalah pemilu pertama semenjak amandemen UUD 1945 dimana Presiden dan Wakil Presiden mulai dipilih langsung oleh rakyat. Pada pemilu sebelum amandemen UUD 1945 Pemilu hanya sampai untuk memilih anggota DPR dan memilih partai saja, dan untuk presiden dan wakil presiden ditetapkan oleh MPR. Dengan adanya amandemen UUD 1945 ini rakyat bisa dengan fair dan bebas untuk memilih siapa yang cocok menjadi Presiden dan Wakil Presiden di negara ini. Pemilu sendiri dilaksanakan pada tanggal 5 April 2004 untuk pemilihan DPR,DPD, dan DPRD, tanggal 5 Juli 2004 (putaran I) dan 20 September 2004 (putaran II) untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pada periode Pemilu tahun ini yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

Pemilu 2009

Pemilu tanggal 9 April 2009 untuk memilih Anggota DPR,DPD, dan DPRD serta tanggal 8 Juli 2009 untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden hanya satu putaran saja. Dari 3 pasangan calon akhirnya SBY dan Boediono terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Ini merupakan kali kedua SBY terpilih menjadi Presiden, artinya berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen beliau tidak berhak untuk mencalonkan kembali menjadi Presiden.

Pemilu 2014

Pemilu Terjadi pada tanggal 9 April 2014 (untuk dalam negeri) dan 30 Mared s.d 4 April 2014 (untuk luar negeri) dalam rangka pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD. Sedangkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 9 Juli 2014. Dari 2 pasangan calon akhirnya Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Pemilu 2019

Pemilu tahun ini adalah pemilu yang sangat panas. Bukan paslon paslonnya yang panas melainkan para pendukung-pendukungnya yang panas. Dengan media digital yang murah meriah fitnah sana sini guna menjelek jelekkan salah satu paslon sudah biasa terjadi. Saya sendiri sebagai orang yang suka kompetisi begitu miris, hanya untuk menang kenapa harus menjatuhkan lawan. Kenapa kita tidak menjadi yang terbaik guna menang, malah menggunakan cara kotor untuk menang. Sangat disayangkan memang, fanatisme membuat candu, padahal buruk tapi kita melihatnya baik. Kalau memang untuk perubahan kita semua juga ingin negara ini berubah, tapi coba ubah diri kita dahulu menjadi baik maka negara ini juga akan baik. Karena wartawan yang baik maka timnas juga baik, tetap berfikir (ga perlu berfikir positif, negatif juga boleh tapi tetap sesuai logika ditambah iman yang kuat) untuk kemajuan umat manusia dan semoga siapapun yang terpilih nanti bisa memajukan bangsa ini menuju lebih baik. See yaa... ✊✊

0 Response to "Sejarah Pemilihan Umum di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel